Kesehatan mulut dan gigi sering kali menjadi aspek yang terabaikan dalam rutinitas keseharian siswa, padahal kondisinya memiliki dampak signifikan terhadap konsentrasi belajar dan kepercayaan diri. Memahami hal ini, Yayasan Mambaul Irsyad berinisiatif mengadakan seminar gratis bagi para siswa untuk mengedukasi mereka tentang pentingnya memiliki gigi sehat. Program ini bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan langkah konkret yayasan dalam mendukung kesehatan jasmani para pelajar agar mereka dapat meraih prestasi akademis yang lebih maksimal tanpa terganggu masalah kesehatan mulut.
Dalam seminar tersebut, para ahli medis gigi memberikan pemaparan mengenai teknik menyikat gigi yang benar serta durasi waktu yang tepat. Banyak siswa mengira bahwa menyikat gigi asal bersih sudah cukup, padahal ada teknik tertentu, seperti menyikat dengan sudut 45 derajat menuju arah gusi, yang sangat penting untuk menghilangkan plak. Edukasi ini disampaikan dengan pendekatan yang interaktif, menggunakan alat peraga berupa model gigi raksasa, sehingga siswa dapat mempraktikkan langsung cara membersihkan sela-sela gigi yang sering kali terlewatkan.
Masalah utama yang sering ditemukan pada usia sekolah adalah konsumsi makanan manis yang berlebihan di kantin sekolah. Seminar ini secara lugas membedah bagaimana gula berinteraksi dengan bakteri di dalam mulut untuk menciptakan asam yang mengikis enamel gigi. Yayasan Mambaul Irsyad memberikan solusi praktis bagi para siswa: mengganti camilan manis dengan buah-buahan berserat tinggi, seperti apel atau pir, yang secara alami dapat membantu membersihkan permukaan gigi saat dikunyah. Dengan pemahaman ini, siswa mulai menyadari bahwa apa yang mereka makan secara langsung berdampak pada kondisi kesehatan gigi mereka.
Lebih jauh, seminar ini juga menyoroti pentingnya memeriksakan gigi ke dokter secara berkala, setidaknya setiap enam bulan sekali. Banyak siswa merasa takut ke dokter gigi, sehingga mereka cenderung menunda pemeriksaan hingga muncul rasa sakit yang parah. Melalui forum ini, stigma negatif tentang dokter gigi dihilangkan. Dokter yang hadir berbagi tips untuk mengurangi kecemasan, serta menjelaskan bahwa tindakan pencegahan seperti penambalan lubang kecil jauh lebih nyaman dan ekonomis daripada harus menjalani prosedur pencabutan gigi di masa depan.